Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Budaya » Hubungan Budaya antara Indonesia dan Suriname

Hubungan Budaya antara Indonesia dan Suriname

(2213 Views) February 1, 2015 7:00 am | Published by | No comment

InfoSiana.Com — Negara Indonesia pernah dijajah oleh Belanda selama lebih dari 3 abad. Maka tidaklah heran jika budaya Indonesia kemudian sedikit banyak terpengaruh oleh budaya Belanda. Salah satu aspek budaya yang paling terpengaruh adalah dari segi bahasa. Banyak istilah dari bahasa Belanda yang diserap dan dijadikan istilah yang berterima dalam bahasa Indonesia. Namun kali ini kita tidak akan membahas tentang bahasa Indonesia. Melainkan, kita akan membahas salah satu bahasa dan suku atau ras di Indonesia yang ternyata juga eksis di negara lain. Bahasa dan suku yang kita maksud tersebut adalah Jawa dan negara lain yang menjadi pokok pembahasan kita tersebut adalah Suriname.
Suriname terletak di benua Amerika Selatan bagian Utara, berbatasan dengan Samudra Atlantik, dan berada di antara Guyana dan Guyana Prancis. Wilayah Suriname pertama kali ditemukan oleh penjelajah dari Spanyol pada sekitar tahun 1498, tetapi baru mulai ditinggali pada pertengahan abad ke-17 oleh Inggris. Suriname mulai menjadi koloni Belanda pada tahun 1667. Seiring dengan berakhirnya masa perbudakan pada tahun 1863, Belanda mulai membawa para pekerja dari India dan Jawa ke dalam Suriname. Hal ini menjadi titik permulaan pengaruh budaya Jawa di Suriname dan sehingga menjadi awal hubungan budaya Indonesia dan Suriname.

javanese suriname

Foto imigran Jawa (1880-1900) yang dibawa ke Suriname sebagai pekerja kontrak oleh Hindia Belanda

Suriname mulai mendapatkan kemerdekaannya secara resmi pada tanggal 25 November 1975, yang juga dijadikan sebagai hari kemerdekaan Suriname dan diperingati setiap tahunnya. Secara statistik, keberadaan ras Jawa di Suriname tidaklah sedikit, meskipun juga bukan mayoritas. Tercatat ras Jawa menyumbangkan 15%, lebih sedikit dari Hindistan atau India Timur (37%) dan Creole atau campuran ras kulit putih dan hitam (31%), namun lebih banyak dari keturunan Afrika yang dulunya menjadi budak atau disebut Maroon yang hanya 10% dari keseluruhan penduduknya. Wilayah di Suriname yang dikenal banyak berpenduduk ras Jawa meliputi Nickerie, Saramacca, Wanica, Paramaribo, and Commewijne. Jadi, jika Anda ingin bisa berbahasa Jawa dan ingin ke luar negeri berbekal kemampuan bahasa tersebut, tidak salah kalau Suriname menjadi salah satu tujuannya.

[Red.infosiana/2015]

Sumber:
www.worldatlas.com/webimage/countrys/samerica/sr.htm
www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/geos/ns.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Suriname#Geography

Tags: ,
Categorised in: ,

No comment for Hubungan Budaya antara Indonesia dan Suriname

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!